Singkawang – dejikcom, Perdagangan hewan merupakan aktivitas yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Hewan diperdagangkan untuk berbagai keperluan, mulai dari makanan, peliharaan, hingga kebutuhan industri.

Namun, di balik perdagangan yang terlihat legal dan biasa, terdapat persoalan serius ketika satwa diperoleh dari alam secara ilegal atau diperlakukan tanpa memperhatikan kesejahteraannya.

Perdagangan satwa liar ilegal bahkan menjadi salah satu ancaman bagi sejumlah spesies di berbagai belahan dunia.

Berikut tujuh fakta mengenai sisi gelap perdagangan hewan.

1. Tidak Semua Hewan di Pasar Berasal dari Penangkaran

Image
Image

Hewan yang dijual sebagai peliharaan eksotis tidak selalu berasal dari penangkaran.

Sebagian satwa dapat diambil langsung dari habitatnya. Dalam kasus perdagangan ilegal, pengambilan tersebut dapat dilakukan tanpa izin dan tanpa memperhatikan keberlanjutan populasi di alam.

Proses pengambilan dari alam juga dapat menyebabkan kematian pada sebagian hewan, terutama ketika dilakukan dengan cara yang tidak memperhatikan kondisi satwa.

Karena itu, asal-usul hewan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan satwa.


2. Anak Hewan Sering Menjadi Target Perdagangan

Image

Anak hewan memiliki daya tarik tinggi di pasar hewan eksotis karena dianggap lucu dan mudah dipelihara.

Namun, pengambilan anak satwa dari alam dapat menimbulkan masalah besar.

Pada beberapa spesies, anak hewan yang diambil harus dipisahkan dari induknya.

Proses penangkapan dan transportasi juga dapat menyebabkan stres, cedera, bahkan kematian.

Yang terlihat seperti “hewan peliharaan lucu” di tangan konsumen bisa memiliki perjalanan yang panjang dan menyakitkan sebelum sampai ke tempat penjualan.


3. Transportasi Dapat Menjadi Ancaman Serius

Image

Satwa yang diperdagangkan harus melewati proses transportasi dari satu lokasi ke lokasi lain.

Dalam perdagangan ilegal, kondisi transportasi sering kali tidak memenuhi standar kesejahteraan hewan.

Satwa dapat ditempatkan dalam ruang sempit, mengalami suhu ekstrem, kekurangan air atau makanan, dan mengalami stres dalam perjalanan.

Untuk hewan liar, kondisi tersebut dapat sangat berbahaya karena mereka memiliki kebutuhan lingkungan yang berbeda dengan hewan domestik.


4. Perdagangan Satwa Bisa Mengancam Populasi di Alam

Image

Jika pengambilan hewan dari alam berlangsung terus-menerus, populasi satwa tertentu dapat mengalami penurunan.

Dampaknya bisa lebih besar pada spesies yang memiliki tingkat reproduksi rendah atau membutuhkan waktu lama untuk mencapai usia dewasa.

Perdagangan ilegal juga dapat membuat spesies yang sudah terancam menjadi semakin rentan.

Karena itu, perlindungan habitat dan pemberantasan perdagangan satwa ilegal menjadi bagian penting dari upaya konservasi.


5. Hewan Eksotis Tidak Selalu Cocok Menjadi Peliharaan

Image

Popularitas media sosial membuat beberapa hewan eksotis terlihat menarik untuk dipelihara.

Namun, memiliki hewan liar berbeda dengan memelihara kucing atau anjing.

Satwa liar memiliki kebutuhan makanan, ruang, perilaku sosial, dan lingkungan yang spesifik.

Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, hewan dapat mengalami stres atau gangguan kesehatan.

Tidak sedikit pula kasus hewan eksotis yang akhirnya diserahkan ke pusat penyelamatan karena pemilik tidak mampu merawatnya.


6. Perdagangan Ilegal Juga Bisa Menyebarkan Penyakit

Image

Perdagangan satwa liar juga memiliki dimensi kesehatan masyarakat.

Hewan dari berbagai spesies dan lokasi dapat dipertemukan dalam kondisi yang tidak ideal. Kontak semacam itu dapat meningkatkan peluang perpindahan berbagai patogen.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan, karantina, dan pengawasan perdagangan hewan menjadi penting.

Persoalan ini tidak hanya menyangkut kesehatan hewan, tetapi juga dapat berkaitan dengan kesehatan manusia dan hewan domestik.


7. Permintaan Konsumen Ikut Menentukan Nasib Satwa

Image
Image

Salah satu fakta penting adalah perdagangan tidak akan berkembang tanpa adanya permintaan.

Semakin tinggi permintaan terhadap hewan atau produk satwa tertentu, semakin besar pula insentif ekonomi untuk menangkap dan memperdagangkannya.

Karena itu, konsumen memiliki peran penting.

Sebelum membeli hewan eksotis, calon pemilik sebaiknya mengetahui asal-usul satwa, legalitas perdagangan, status konservasi, serta kebutuhan perawatannya.

Tidak membeli satwa ilegal merupakan salah satu bentuk sederhana untuk membantu mengurangi permintaan pasar gelap.


Perdagangan Hewan Tidak Selalu Berarti Perdagangan Ilegal

Penting untuk membedakan perdagangan hewan yang legal dan terawasi dengan perdagangan satwa liar ilegal.

Tidak semua aktivitas jual beli hewan merupakan kejahatan. Beberapa perdagangan hewan dapat dilakukan secara legal dengan mengikuti aturan mengenai izin, kesejahteraan hewan, kesehatan, dan konservasi.

Masalah terbesar muncul ketika perdagangan dilakukan secara ilegal, mengambil satwa dari alam secara berlebihan, atau mengabaikan kesejahteraan hewan.

Pada akhirnya, perdagangan satwa bukan hanya persoalan antara penjual dan pembeli. Ada habitat, ekosistem, masyarakat, dan masa depan spesies yang ikut dipertaruhkan.

Catatan gambar: Untuk artikel publikasi, gunakan foto dari lembaga konservasi, pusat penyelamatan satwa, atau situs foto dengan lisensi yang jelas. Hindari foto perdagangan ilegal yang sumber dan hak penggunaannya tidak diketahui.

By Irisha