Jakarta, dejik.com – Ada masa ketika hiburan tidak datang dari layar smartphone. Pada era 1980–1990-an, menonton televisi, mendengarkan kaset, bermain di luar rumah, atau sekadar berkumpul bersama teman menjadi bagian dari keseharian. Musik Indonesia juga berkembang pesat, sementara televisi swasta mulai mengubah cara masyarakat menikmati hiburan.
Bagi mereka yang pernah melewati masa tersebut, banyak hal sederhana yang sekarang justru terasa istimewa. Berikut tujuh fakta menarik tentang era 80–90-an di Indonesia.
1. Kaset Menjadi Teman Setia Pencinta Musik
Sebelum era streaming, kaset pita menjadi salah satu cara utama masyarakat menikmati musik. Orang bisa membeli album penyanyi favorit, merekam lagu dari radio, bahkan membuat kompilasi lagu sendiri.
Era ini juga menjadi periode penting bagi perkembangan musik pop dan berbagai genre lainnya di Indonesia.
2. Televisi Mulai Mengubah Hiburan Keluarga
Televisi menjadi pusat hiburan di rumah. Pada akhir 1980-an, muncul sejumlah stasiun televisi swasta sehingga pilihan tontonan masyarakat semakin beragam.
Menonton acara favorit bahkan bisa menjadi agenda keluarga. Saat program yang ditunggu mulai tayang, ruang keluarga mendadak menjadi tempat berkumpul semua orang.
3. Permainan Anak Lebih Banyak Dilakukan di Luar Rumah
Lompat karet, kelereng, congklak, gobak sodor, petak umpet hingga layang-layang menjadi bagian dari masa kecil banyak anak.
Sebuah kajian mengenai permainan tradisional mencatat bahwa pada 1980-an terdapat sekitar 20–30 jenis permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak di wilayah penelitian di Sulawesi Tenggara.
4. Gaya Rambut dan Busana Punya Ciri Khas
Era 80–90-an memiliki gaya busana yang kini kembali sering muncul dalam tren fashion. Jaket denim, celana jeans, pakaian berukuran longgar dan berbagai gaya rambut menjadi bagian dari budaya populer.
Menariknya, sejumlah gaya tersebut kini kembali digunakan generasi muda dalam konsep retro dan vintage.
5. Radio Punya Peran Besar dalam Menemukan Lagu Baru
Radio bukan sekadar teman di rumah atau kendaraan. Bagi pencinta musik, radio menjadi salah satu cara penting menemukan lagu dan penyanyi baru.
Tangga lagu dan program musik membuat pendengar rela menunggu lagu favorit mereka diputar.
6. Majalah Musik Ikut Membentuk Selera Anak Muda
Sebelum media sosial, majalah menjadi salah satu sumber informasi utama tentang musisi, band, tangga lagu dan tren musik.
Majalah seperti Hai misalnya, pernah menjadi salah satu media yang memberi perhatian besar terhadap perkembangan musik lokal dan global.
7. Musik 90-an Melahirkan Banyak Band Besar
Memasuki 1990-an, musik Indonesia semakin beragam. Nama seperti KLa Project, Dewa, Slank dan Gigi menjadi bagian dari perkembangan musik pada masa itu. Di penghujung 1990-an, kehadiran MTV juga ikut memperluas pengaruh musik global terhadap anak muda Indonesia.
Teknologi era 80–90-an belum secanggih sekarang. Namun, justru keterbatasan itulah yang membuat banyak pengalaman terasa lebih sederhana dan berkesan. Tidak heran jika nostalgia era 80 – 90 an terus muncul kembali dalam musik, fashion, film hingga konten media sosial.