Jakarta, dejik.com – Persija Jakarta bukan sekadar klub sepak bola asal ibu kota. Berdiri sejak 1928, Macan Kemayoran memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan sepak bola Indonesia. Dari nama awal VIJ, perjalanan sebagai salah satu pendiri PSSI, hingga dukungan fanatik The Jakmania, Persija punya banyak cerita menarik.
Berikut 7 fakta menarik tentang Persija Jakarta yang layak diketahui, baik oleh suporter lama maupun penggemar sepak bola yang baru mengikuti perjalanan klub ini.
1. Persija Berawal dari Tahun 1928
Persija Jakarta memiliki akar sejarah sejak 28 November 1928. Cikal bakal klub ini adalah Voetbalbond Boemipoetera (VBB) yang kemudian berganti nama menjadi Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) pada 1929.
Tahun 1928 tetap digunakan sebagai tahun kelahiran Persija. Artinya, klub ini sudah hadir hanya sekitar satu bulan setelah momentum Sumpah Pemuda.
2. Persija Termasuk Pendiri PSSI
Salah satu fakta penting yang membuat Persija punya posisi istimewa dalam sejarah sepak bola nasional adalah keterlibatannya dalam pembentukan PSSI pada 19 April 1930.
VIJ menjadi salah satu dari tujuh klub yang terlibat dalam pendirian organisasi sepak bola nasional tersebut di Yogyakarta.
3. Persija Sudah Mengoleksi 11 Gelar Juara Nasional
Prestasi menjadi bagian penting dari perjalanan Persija. Berdasarkan catatan kompetisi nasional, Persija telah mengoleksi 11 gelar juara nasional, dengan gelar terakhir diraih pada 2018.
Gelar 2018 terasa spesial karena mengakhiri penantian panjang sejak 2001. Persija memastikan juara setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di laga terakhir Liga 1 2018.
4. The Jakmania Resmi Berdiri pada 1997
Persija tidak bisa dipisahkan dari The Jakmania. Kelompok suporter ini secara resmi dideklarasikan pada 19 Desember 1997.
Kehadiran The Jakmania kemudian menjadi salah satu bagian penting dari identitas Persija. Dukungan mereka terlihat dalam berbagai pertandingan, baik ketika Persija bermain di Jakarta maupun ketika harus menjalani pertandingan di luar ibu kota.
5. Nomor 12 Bukan untuk Pemain
Ada tradisi unik di Persija. Nomor punggung 12 dipersembahkan untuk The Jakmania sebagai simbol bahwa suporter dianggap sebagai pemain ke-12.
Persija bahkan secara khusus memensiunkan nomor tersebut. Pemain terakhir yang tercatat menggunakan nomor 12 adalah Harianto pada musim 1999/2000.
6. Persija Pernah Berganti-Ganti Kandang
Persija punya sejarah panjang soal stadion. Klub ini pernah menggunakan sejumlah venue di Jakarta, mulai dari Lapangan Petojo, Stadion IKADA, Stadion Menteng, Stadion Lebak Bulus, hingga Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dalam perkembangannya, Jakarta International Stadium juga menjadi bagian dari perjalanan Persija sebagai salah satu stadion yang digunakan sebagai homebase.
7. Julukan Macan Kemayoran Punya Ikatan Kuat dengan Jakarta
Persija dikenal luas dengan julukan Macan Kemayoran. Identitas tersebut kemudian divisualisasikan melalui simbol harimau yang menjadi bagian kuat dari citra klub.
Bahkan maskot Persija, Bang J, juga menggunakan sosok macan sebagai personifikasi julukan Macan Kemayoran. Huruf “J” pada nama Bang J merujuk pada Jakarta.
Persija Jakarta, Lebih dari Sekadar Klub
Dari sejarah yang dimulai pada 1928, keterlibatan dalam pendirian PSSI, koleksi gelar juara, hingga loyalitas The Jakmania, perjalanan Persija Jakarta merupakan bagian dari sejarah panjang sepak bola Indonesia.
Tidak mengherankan jika setiap pertandingan Persija selalu memiliki cerita tersendiri. Bagi banyak pendukungnya, Persija bukan hanya soal 90 menit pertandingan, tetapi juga tentang sejarah, identitas Jakarta, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.