Moskva, dejik.com – Ada perjalanan yang kita lakukan untuk segera sampai. Namun, ada pula perjalanan yang justru membuat kita berharap perjalanan itu tidak cepat berakhir.
Kereta Trans-Siberia adalah salah satunya.
Bayangkan duduk berjam-jam di dalam gerbong, sementara pemandangan di balik jendela perlahan berubah. Kota-kota Rusia berganti menjadi padang rumput luas, hutan birch, pegunungan, desa-desa kecil, hingga hamparan Siberia yang seolah tidak berujung.
Rute klasik Trans-Siberia menghubungkan Moskow dan Vladivostok dengan jarak sekitar 9.289 kilometer dan melintasi delapan zona waktu. Perjalanan langsung membutuhkan sekitar enam sampai tujuh hari, tergantung kereta dan jadwalnya.
Tetapi bagi seorang traveler, angka tersebut sebenarnya hanya sebagian kecil dari cerita.
Berangkat dari Moskow
Perjalanan dimulai dari Moskow, tepatnya kawasan stasiun yang menjadi pintu menuju perjalanan panjang ke timur.
Ada perasaan aneh ketika kereta mulai meninggalkan kota. Awalnya masih terlihat gedung, jalan raya dan aktivitas perkotaan. Namun perlahan semuanya menghilang.
Kereta terus bergerak.
Satu jam.
Dua jam.
Kemudian pemandangan berubah menjadi hamparan hijau yang luas.
Di sinilah perjalanan mulai terasa berbeda.
Tidak ada itinerary yang terlalu padat. Tidak harus berpindah dari satu objek wisata ke objek wisata lain. Aktivitas utama hanyalah duduk, membaca, tidur, makan, berbincang dengan sesama penumpang, kemudian kembali menatap jendela.
Slow travel dalam bentuk yang paling nyata.
Siberia dari balik jendela
Salah satu pengalaman paling menarik adalah menyaksikan perubahan lanskap.
Trans-Siberia melewati sejumlah kota penting seperti Yekaterinburg, Omsk, Novosibirsk, Krasnoyarsk, Irkutsk, Ulan-Ude, Chita dan Khabarovsk sebelum mencapai Vladivostok.
Namun justru ruang kosong di antara kota-kota itulah yang membuat perjalanan terasa istimewa.
Hutan seakan tidak ada habisnya.
Kadang terlihat desa kecil dengan rumah-rumah kayu. Kemudian kembali hanya ada pepohonan dan langit.
Dari jendela kereta, Siberia terasa seperti dunia yang sangat luas dan manusia hanyalah bagian kecil di dalamnya.
Danau Baikal: Salah Satu Momen yang Paling Dinanti
Salah satu bagian paling ikonik dari perjalanan Trans-Siberia adalah kawasan Danau Baikal.
Danau ini berada di dekat Irkutsk dan menjadi salah satu destinasi yang paling populer untuk disinggahi dalam perjalanan melintasi Siberia. Banyak traveler sengaja turun dari kereta dan menghabiskan beberapa hari di kawasan Baikal sebelum melanjutkan perjalanan.
Di sinilah perjalanan kereta terasa semakin istimewa.
Rel di beberapa bagian mengikuti kawasan sekitar danau, memberikan kesempatan kepada penumpang untuk melihat air yang membentang luas dari balik jendela.
Danau Baikal bukan sekadar tempat untuk berfoto.
Ia menjadi semacam pengingat bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang berpindah dari Moskow menuju Vladivostok, tetapi tentang melihat bagaimana luasnya Rusia dari dekat.
Hidup di Dalam Gerbong
Hal menarik lainnya adalah kehidupan di dalam kereta.
Ruang tidur relatif sederhana. Ada tempat tidur bertingkat, ruang penyimpanan, meja kecil dan lorong sempit yang menjadi tempat penumpang berpapasan.
Tidak ada kemewahan berlebihan.
Justru kesederhanaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman.
Hari-hari mulai memiliki ritme sendiri: bangun tidur, membuat minuman panas, melihat pemandangan, membaca, berbincang, makan, kemudian tidur lagi.
Kadang kita bahkan tidak tahu persis sedang berada di kota mana.
Jam biologis pun mulai terasa membingungkan karena kereta melintasi banyak zona waktu.
Dan pada akhirnya, perjalanan panjang seperti ini membuat kita belajar menikmati kebosanan.
Sesuatu yang mungkin justru sulit ditemukan dalam kehidupan modern.
Bertemu Orang-Orang di Sepanjang Perjalanan
Kereta juga mempertemukan traveler dengan berbagai karakter.
Ada penumpang yang memilih tidur sepanjang perjalanan. Ada yang sibuk membaca. Ada pula yang mengajak berbicara meski bahasa menjadi kendala.
Dalam perjalanan panjang, percakapan sederhana bisa menjadi kenangan.
Dari sekadar bertanya, “Dari mana?” sampai berbagi makanan atau cerita tentang kota asal masing-masing.
Inilah salah satu hal yang sulit didapatkan ketika bepergian menggunakan pesawat.
Di pesawat, kita hanya beberapa jam berada di udara.
Di Trans-Siberia, kita hidup bersama perjalanan itu selama berhari-hari.
Akhir Perjalanan: Vladivostok
Setelah ribuan kilometer, perjalanan akhirnya mendekati pantai Pasifik.
Vladivostok menjadi tujuan akhir rute klasik Trans-Siberia.
Ada sensasi tersendiri ketika menyadari bahwa beberapa hari sebelumnya kita masih berada di Moskow, sementara kini sudah berada di ujung timur Rusia.
Kereta Trans-Siberia bukan sekadar moda transportasi.
Ia adalah pengalaman perjalanan yang memperlihatkan betapa luasnya sebuah negara dan betapa kecilnya manusia di hadapan jarak.
Perjalanan yang Mengubah Cara Melihat Traveling
Jika traveling biasanya diukur dari berapa banyak tempat yang bisa dikunjungi, Trans-Siberia menawarkan ukuran yang berbeda.
Bukan berapa banyak tempat yang didatangi, tetapi seberapa dalam kita menikmati perjalanan menuju tempat tersebut.
Duduk berjam-jam melihat hutan Siberia mungkin terdengar membosankan bagi sebagian orang.
Tetapi bagi traveler yang menyukai perjalanan panjang, justru di sanalah keindahannya.
Kereta terus bergerak.
Pemandangan terus berganti.
Hari berganti malam.
Dan tanpa terasa, ribuan kilometer telah terlewati.
Mungkin itulah alasan Trans-Siberia tetap menjadi salah satu perjalanan kereta paling legendaris di dunia.
Bukan karena kita bisa mencapai Vladivostok.
Tetapi karena selama perjalanan menuju ke sana, kita mendapatkan kesempatan untuk benar-benar merasakan sebuah perjalanan.
Catatan: Trans-Siberia klasik adalah rute Moskow–Vladivostok. Jangan menyamakannya dengan Trans-Mongolian atau Trans-Manchurian, yang merupakan rute berbeda dan bercabang menuju Mongolia/China.